Connect with us

Kabar

Sukses, 100 Persen Peserta BIMTEK PM, KKA & PPK Guru Muhammadiyah Region Kalteng dinyatakan Lulus

Fokus Bimtek bukan lagi sekadar pengenalan, tetapi bagaimana guru menerapkan PM, KKA, dan PPK di kelas agar mutu pendidikan meningkat

Published

on

Suasana penutupan Bimtek PM, KKA dan PPK Guru Muhammadiyah Region Kalteng (28/9)

Palangka Raya – Seluruh peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (PM), Koding, Kecerdasan Artifisial (KKA), dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Guru Muhammadiyah Regional Kalimantan Tengah sukses terlaksana dan peserta dinyatakan lulus 100 persen. Pengumuman kelulusan disampaikan pada penutupan kegiatan yang berlangsung Minggu (28/9) di Hotel Best Western Batang Garing.

Co-Pilot Fasilitator Bimtek, Ainul Muttaqin, bersama 16 fasilitator lainnya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta. “Alhamdulillah dari Kelas A hingga Kelas D dengan total 100 peserta, yang tidak lulus nol. Artinya, pelaksanaan Bimtek di bawah bimbingan PWM Kalteng berhasil mencapai kelulusan 100 persen,” ujarnya.

Bimtek yang diikuti 100 peserta guru Muhammadiyah se-Kalimantan Tengah  ini terdiri atas 40 guru SD, 20 guru SMP, 20 guru SMA dan 20 guru SMK.  Kegiatan berlangsung selama empat hari, sejak 24–27 September 2025. Selain materi PM, KKA, dan PPK, peserta juga mendapatkan pembekalan growth mindset dari Ketua Tim Pengembangan Pembelajaran Mendalam, Prof. Suyanto.

Lebih lanjut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah (PWM) Kalimantan Tengah, Prof. Ahmad Syar’i menyampaikan terima kasih kepada Majelis Dikdasemen PWM Kalteng  dan jajaran panitia yang telah melaksanakan kegiatan Bimtek ini, terkhusus tim fasilitator serta tim Direktorat Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah mebersamai kegiatan hingga selesai. Mewakili jajaran PWM Kalteng, ia menyampaikan harapannya, setelah kegiatan ini, peserta dapat memanfaatkan ilmunya dan digunakan dalam pelaksaan kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Upayakan juga sosialisasikan kepada teman-teman yang dalam kesempatan ini belum bisa ikut serta, dan mudah-mudahan di lain kesempatan dapat mengikuti kegiatan yang sama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Mendengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Didik Suhardi, yang juga Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, menegaskan bahwa fokus Bimtek ini bukan lagi pada pengenalan apa itu PM, KKA, PPK. Tetapi bagaimana  guru menerapkan ketiganya di dalam kelas, sehingga kesiapan belajar lebih matang. “Guru dituntut menyiapkan pembelajaran yang lebih matang agar kualitas sekolah semakin meningkat,” ujarnya.

Didik menambahkan, ketika berbicara tentang mutu, komponen yang paling besar berdasarkan penelitian, 49% dari indikator mutu merupakan studet characteristic. Karena itu, penerapan tujuh kebiasaan anak hebat menjadi prioritas dalam penguatan pendidikan karakter, agar anak-anak hidupnya ideal dan berperilaku sehat.

Selain itu, Didik juga mengaskan pentingnya guru  mengembangkan Kompetensi 4C, yaitu critical thinking, collaborative, communication skill dan creativity and inivation terhadap anak-anak. Ia berharap para guru setelah bimtek ini dapat menerapkan ilmunya di sekolahnya masing-masing, dimana guru turut memiliki 27%  kontribusi dalam indikator mutu. Dalam arahannya pada penutupan Bimtek ini, Didik menyampaikan bahwa pembelajaran mendalam sebagai salah satu kebijakan kementrian harus betul-betu dilaksanakan oleh Bapak Ibu Guru untuk dipraktikan di kelas. “Harapan saya, bapak ibu setelah kegitan ini jangan pindah sekolah, justru komitmennya bermuhammadiyah semakit kuat,” pungkasnya. (ra)