Connect with us

Kabar

Pengajian Bulanan UMPR Teguhkan Spirit Keteladanan dan Jamaah Menuju Kampus Unggul dan Berkah

Published

on

Ustadz HM. Zuhri memberikan tausiyah pada pengjian bulanan UMPR (Jum’at, 30/01/2026) Dok Medkom UMPR

Palangka Raya – Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Palangka Raya kembali mengikuti pengajian bulanan yang digelar pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan keagamaan rutin ini berlangsung khidmat di Masjid Darul Arqam Kampus 1 UMPR dengan mengusung tema “Mewujudkan Kampus Unggul dan Berkah Melalui Keteladanan dan Jamaah.” Pengajian kali ini dilaksanakan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) UMPR sebagai bentuk penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan kampus.

Pengajian tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Badan Pembina Harian (BPH) UMPR, jajaran Tim Pengarah dan Pengambang, Pimpinan Rektorat, unsur fakultas, dosen, pegawai, serta karyawan UMPR. Kehadiran berbagai unsur pimpinan dan sivitas akademika ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun atmosfer kampus yang religius, kolaboratif, dan berorientasi pada keberkahan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam UMPR, Dr. Hunainah, Lc., MA, menegaskan pentingnya pengajian rutin sebagai sarana membangun dan merawat jiwa kerohanian dosen maupun tenaga kependidikan. Menurutnya, setinggi apa pun jenjang pendidikan seseorang, kebutuhan untuk terus memperkaya keilmuan erutama pemahaman agama tetap menjadi keniscayaan. Ia mengutip makna ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah SWT mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. “Sebagai dosen dan pegawai UMPR, kita harus terus menguatkan spiritualitas. Ilmu yang tinggi harus diiringi dengan kedalaman iman dan pemahaman agama,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan Direktur Direktorat Al Islam dan Kemuhamamdiyahan (DAIK) UMPR, Lilik Kholisotin, M.Pd.I. Ia mengaitkan tema pengajian dengan realitas kerja di lingkungan kampus yang menuntut kolaborasi dan kebersamaan. Menurutnya, tidak ada pekerjaan besar yang bisa diselesaikan oleh satu orang saja. Semua unsur harus saling mendukung dengan tujuan yang sama, yakni mewujudkan kampus unggul yang diliputi keberkahan dari Allah SWT. Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan sejumlah program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMPR, khususnya pembinaan melalui pengajian rutin dan program-program keagamaan di bulan Ramadhan.

Ceramah inti disampaikan oleh Ustadz H. M. Zuhri, S.HI., M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, ia menguraikan empat kompetensi hidup yang harus dimiliki warga Muhammadiyah. Kompetensi pertama adalah kompetensi keagamaan, yang berakar pada akidah atau tauhid sebagai fondasi utama kehidupan. Mengutip dari surah Ibraim ayat 24-25 yang menggambarkan akidah yang kokoh seperti pohon yang baik, akarnya teguh (menghujam ke bumi), cabangnya menjulang tinggi, dan berbuah setiap musim yang memberikan manfaat bagi banyak orang. “Jika akidah kuat, amal saleh akan mudah dikerjakan, dan amal itu tidak mengenal musim,” jelasnya.

Kompetensi kedua adalah ibadah, baik ibadah mahdhah yang tata cara, waktu, dan tempatnya telah diatur ketat oleh syariat, maupun ibadah ghairu mahdhah yang mencakup aktivitas sosial dan kemanusiaan. Ia menekankan bahwa syarat diterimanya ibadah adalah keikhlasan dan keimanan, baik yang dilakukan secara berjamaah maupun tersembunyi. Kompetensi ketiga, lanjutnya, adalah kompetensi sosial, yakni kemampuan membangun jejaring untuk memperluas amal saleh. “Keberagamaan yang dipadukan dengan kepedulian sosial akan melahirkan keberkahan,” ujarnya.

Adapun kompetensi keempat adalah kompetensi intelektual dan keorganisasian. Warga Muhammadiyah, menurut Ustadz Zuhri, harus mencintai ilmu pengetahuan sebagai sarana amar ma’ruf nahi munkar. Ia juga mengingatkan bahwa kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik bisa kalah oleh keburukan yang terorganisir rapi. Menutup ceramahnya, ia menegaskan bahwa kompetensi keagamaan dan ibadah akan menghadirkan keberkahan, sementara kompetensi intelektual dan keorganisasian akan mendorong UMPR tumbuh semakin besar, unggul, dan memberi manfaat luas bagi umat dan masyarakat. (van)