Connect with us

Kabar

Warga Muhammadiyah Kalteng Gelar Shalat Idul Fitri, Ribuan Jamaah Padati Lokasi Pelaksanaan

Published

on

Warga Muhammadiyah Kalimantan Tengah memadati lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri 1447 H di berbagai tempat di Kalimantan Tengah (20/03/2026) Medkom PWM Kalteng

PALANGKA RAYA – Warga Muhammadiyah di Kalimantan Tengah melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah secara serentak pada Jumat, 20 Maret 2026. Pelaksanaan ibadah ini digelar di berbagai lokasi yang tersebar di seluruh wilayah provinsi, mulai dari kawasan perkotaan hingga pedesaan, dengan diikuti ratusan bahkan ribuan umat Islam secara tertib dan khusyuk.

Shalat Idul Fitri tahun ini diselenggarakan oleh jajaran Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah se-Kalimantan Tengah. Hingga pagi sebelum pelaksanaan, jumlah titik lokasi yang semula terdata sebanyak 46 bertambah menjadi 49 lokasi. Penambahan tersebut berasal dari tiga titik baru, yakni di Kalampangan, Pegatan Katingan Kuala, dan Tumbang Samba, sehingga semakin memperluas jangkauan pelaksanaan ibadah bagi masyarakat.

Sejumlah lokasi terpantau dipadati jamaah sejak pagi hari. Di antaranya Lapangan Sanaman Mantikei Palangka Raya, Halaman Kantor Bupati Murung Raya, Halaman Kantor Bupati Barito Utara, Komplek Perguruan Muhammadiyah Sampit, Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas, serta Lapangan Sampuraga Pangkalan Bun, Halaman Fakultas Kedokteran Gigi UMPR, dan beberpa tempat pelaksanaan lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran jamaah yang datang bersama keluarga, menciptakan suasana religius yang penuh kebersamaan.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri oleh Muhammadiyah tahun ini juga kembali mencerminkan adanya perbedaan dalam penetapan 1 Syawal di Indonesia. Muhammadiyah menetapkan awal Syawal berdasarkan metode hisab, yakni perhitungan astronomi yang mengacu pada Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Sementara itu, pemerintah menetapkan 1 Syawal melalui metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung terhadap hilal.

Meski terdapat perbedaan dalam penetapan waktu Idul Fitri, pelaksanaan shalat tetap berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh toleransi. Warga Muhammadiyah menjalankan ibadah dengan khidmat, sementara masyarakat luas tetap menjaga sikap saling menghormati terhadap perbedaan yang ada.

Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Kalimantan Tengah. Dengan tersebarnya 49 titik pelaksanaan, Muhammadiyah menunjukkan komitmennya dalam memfasilitasi umat untuk melaksanakan ibadah Idul Fitri secara lebih luas dan merata.

Pelaksanaan yang tertib dan kondusif ini menjadi cerminan kedewasaan beragama masyarakat, sekaligus mempertegas bahwa perbedaan dalam penetapan hari raya tidak mengurangi makna kebersamaan dalam merayakan Idul Fitri. (van)