Relawan Muhammadiyah saat melaksanakan pemadaman karhutla. Dok. Relawan Muhammadiyah
Palangka Raya – Relawan Muhammadiyah Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan terlibat langsung dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya. Di bawah koordinasi Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah bersama Lazismu Kalimantan Tengah, para relawan diterjunkan untuk memperkuat penanganan kebakaran yang mulai meningkat di sejumlah wilayah.
Dalam pelaksanaannya, Relawan Muhammadiyah tidak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi dengan Emergency Response Palangka Raya (ERP) dan Relawan Emergency Fatmawati Palangka Raya. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat respons cepat terhadap kejadian karhutla, sekaligus mendukung kerja pemerintah dan seluruh unsur penanggulangan bencana di lapangan.
Koordinator Tim Relawan Muhammadiyah, Anang Rahman, menjelaskan bahwa relawan memiliki peran sebagai tim serbu api, yakni tim yang siap bergerak segera ketika menerima laporan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, relawan juga dapat berfungsi sebagai tim pendukung sesuai kebutuhan operasi di lapangan.
“Relawan Muhammadiyah bertugas sebagai tim serbu api. Jika ada kejadian karhutla, tim segera meluncur ke lokasi atau bertugas sebagai tim pendukung. Di lapangan, Relawan Muhammadiyah bergabung bersama ERP dan Emergency Fatmawaty Palangka Raya dalam satu tim,” ujar Anang Rahman.
Kolaborasi lintas organisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan karhutla, terutama dalam mempercepat respons awal sehingga kebakaran tidak meluas. Dengan bekerja dalam satu kesatuan tim, setiap personel dapat saling melengkapi sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan.
Keterlibatan Relawan Muhammadiyah menjadi wujud nyata semangat kemanusiaan yang terus dijaga oleh Muhammadiyah melalui LRB/MDMC dan Lazismu. Kehadiran para relawan tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi ancaman karhutla yang menjadi tantangan tahunan di Kalimantan Tengah.
Melalui kesiapsiagaan para relawan dan sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan penanganan karhutla dapat berlangsung lebih cepat, efektif, serta mampu meminimalkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan. (vn)