Pembukaan kegiatan pendampingan penjaminan mutu sekolah Muhammadiyah se Kalteng (Kamis, 27 November 2025). Medkom PWM Kalteng
PALANGKA RAYA – Upaya peningkatan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kalimantan Tengah kembali mendapat penguatan melalui Program Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal PAUD Dikdas Kemdikdasmen RI serta Majelis Dikdasmen dan PNF PW Muhammadiyah Kalteng. Kegiatan di awali dengan acara pembukaan pada Kamis, 27 November 2025 di Aula PWM Kalteng, dilanjutkan kegiatan pendampingan yang berlangsung hingga Ahad, 30 November 2025 dengan melibatkan sekolah-sekolah Muhammadiyah dari berbagai kabupaten dan kota.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian pelatihan peningkatan mutu yang telah beberapa kali dilaksanakan sebelumnya. Namun, menurut panitia nasional pendampingan, pelatihan singkat tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan pendidikan di lapangan. “Melihat kompleksitas permasalahan yang dihadapi sekolah, upaya peningkatan mutu tak bisa hanya mengandalkan workshop sehari dua hari. Dibutuhkan program pendampingan yang terstruktur, intensif, dan berkelanjutan,” ujar salah satu anggota Fasilitator pendampingan dalam sesi pembukaan di Palangka Raya.
Pendampingan penjaminan mutu ini dirancang bukan sebagai kegiatan pengawasan semata. Sebaliknya, program ini menempatkan sekolah sebagai mitra strategis yang perlu dikuatkan dari dalam, terutama pada aspek tata kelola kebijakan mutu. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kapasitas Kepala Sekolah dan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) agar mampu menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara mandiri, konsisten, dan berorientasi pada budaya perbaikan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap sekolah Muhammadiyah memiliki kemampuan untuk mengelola peningkatan mutu secara internal. Budaya mutu itu harus tumbuh dari dalam, bukan karena didorong pihak luar,” ungkap salah seorang perwakilan tim fasilitator.
Untuk memaksimalkan jangkauan, kegiatan pendampingan dibagi ke dalam tiga zona besar. Zona pertama, yakni zona Barito, dipusatkan di SMA Muhammadiyah Buntok dan diikuti seluruh sekolah Muhammadiyah dari wilayah Barito. Zona kedua berlangsung di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Zona ini mencakup peserta dari Kota Palangka Raya, Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, dan Kotawaringin Timur. Dengan jumlah peserta terbesar, sesi pendampingan di zona ini berjalan dinamis. “Pendampingan seperti ini sangat membantu kami memahami langkah konkret penerapan SPMI. Pendamping hadir bukan hanya memberi materi, tapi mendampingi kami menyusun solusi,” ujar salah satu Kepala Sekolah Muhammadiyah dari Palangka Raya.
Zona terakhir dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun, melibatkan sekolah Muhammadiyah dari Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau. Para pendamping melakukan kunjungan kelas, wawancara manajemen sekolah, dan pendampingan langsung pada TPMPS untuk memastikan proses peningkatan mutu dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan berjalan intensif. Peserta tidak hanya mendapatkan materi konseptual, tetapi juga praktik langsung menyusun perencanaan mutu, mengidentifikasi masalah, merumuskan indikator, serta memetakan langkah perbaikan yang realistis. Program ini diharapkan mampu menjadi pondasi kuat bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kalteng dalam mewujudkan layanan pendidikan yang unggul dan berkarakter.
“Ini bukan kegiatan sekali datang lalu selesai. Pendampingan akan terus berlanjut. Kami berharap sekolah-sekolah semakin mandiri dalam mengelola mutu dan terus melakukan perbaikan,” tegas tim pendamping PP Muhammadiyah saat menutup kegiatan.
Dengan terlaksananya program ini di tiga zona sekaligus, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Program pendampingan ini menjadi langkah nyata membangun budaya mutu yang lebih kokoh, sistematis, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. (vn)