Kabar

Perkuat Tata Kelola Digital, PWM Kalteng Gelar Orientasi dan ToT Satu Data Muhammadiyah

Published

on

Peserta Orientasi dan ToT Satumu Kalteng berfoto bersama setelah pembukaan di Aula BPMP Prov. Kalteng, Jum’at (19/6/2026). Dok. Medkom PWM Kalteng

Palangka Raya – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah terus mendorong transformasi tata kelola organisasi berbasis digital melalui pelaksanaan Orientasi dan Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) yang berlangsung pada 19–20 Juni 2026 di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan Sekretaris PWM Kalteng, Ketua dan Sekretaris PDM, serta Tim SatuMu dari seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalimantan Tengah. Kehadiran para peserta menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat sistem pengelolaan data organisasi yang terintegrasi dari tingkat wilayah hingga daerah.

Orientasi dan ToT SatuMu merupakan langkah strategis Muhammadiyah dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan konsep dan implementasi Satu Data Muhammadiyah (SatuMu), sebuah platform digital berbasis website yang dirancang sebagai fondasi sistem data terpadu Persyarikatan.

Platform tersebut terhimpun dalam Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang berfungsi sebagai pusat data organisasi. Kehadiran DOM diharapkan mampu mendukung berbagai kebutuhan administrasi Persyarikatan secara lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik mulai dari tingkat pusat, wilayah, daerah, cabang hingga ranting.

Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa SatuMu dikembangkan sebagai sistem yang mendukung berbagai layanan organisasi, mulai dari pengelolaan data keanggotaan, data organisasi, pengelolaan iuran anggota, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Dengan sistem yang terintegrasi, Muhammadiyah berupaya menghadirkan ekosistem data yang seragam dan menjadi rujukan bersama bagi seluruh unsur Persyarikatan.

“Kehadiran SatuMu bukan sekadar aplikasi, tetapi merupakan instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang berbasis data, terstandar, dan terintegrasi,” ungkap salah satu narasumber dalam sesi orientasi.

Menurut pemaparan yang disampaikan selama kegiatan, data yang akurat dan terkelola dengan baik menjadi kebutuhan mendasar bagi organisasi modern. Karena itu, Muhammadiyah memandang penting adanya satu sistem yang mampu menghubungkan seluruh tingkatan organisasi dalam satu platform yang sama sehingga proses administrasi, pelaporan, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Selain memberikan pemahaman mengenai kebijakan dan konsep Satu Data Muhammadiyah, kegiatan ini juga membekali peserta dengan kemampuan teknis dalam penggunaan dan pengelolaan sistem SatuMu. Para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai penginputan data, pengelolaan akun organisasi, hingga mekanisme pemutakhiran data yang akan diterapkan di daerah masing-masing.

Tidak hanya itu, peserta juga dibekali metodologi pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan implementasi SatuMu. Melalui pendekatan Training of Trainer, para peserta diharapkan mampu menjadi instruktur dan pendamping bagi cabang maupun ranting Muhammadiyah di wilayah kerjanya masing-masing.

PWM Kalimantan Tengah menilai keberhasilan implementasi SatuMu sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang mengelola sistem tersebut. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tim pengelola data menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini.

Melalui Orientasi dan ToT SatuMu, Muhammadiyah Kalimantan Tengah berharap proses transformasi digital organisasi dapat berjalan lebih cepat dan merata. Dengan dukungan data yang valid, terintegrasi, dan mudah diakses, Persyarikatan diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan organisasi yang efektif sekaligus mendukung perencanaan program yang lebih tepat sasaran.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah Kalimantan Tengah dalam membangun budaya pengelolaan data yang profesional serta memperkuat fondasi organisasi menuju era digital yang semakin dinamis. (vn)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version