Kabar

Relawan MDMC Bergerak: Pulihkan Fasilitas Ibadah dan Pendidikan Pascabanjir

Published

on

Relawan Muhammadiyah (MDMC) Murung Raya

Puruk Cahu – Bencana banjir kembali melanda wilayah Murung Raya setelah meluapnya Sungai Barito beberapa waktu lalu. Akibatnya, sejumlah fasilitas umum seperti masjid dan sekolah di Kelurahan Puruk Cahu terendam dan tidak dapat difungsikan.

Menanggapi kondisi tersebut, relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Murung Raya segera bergerak melakukan aksi nyata. Puluhan relawan turun tangan membantu membersihkan masjid dan sekolah yang terdampak banjir. Mereka bergotong-royong mengangkut sampah, membersihkan lumpur, serta menata sarana agar bisa segera digunakan kembali.

Ketua MDMC Murung Raya, Hakim Abdillah, S.H., menjelaskan bahwa pihaknya langsung merespons begitu mendapat laporan dari pengurus masjid dan sekolah setempat. “Begitu kami dihubungi, tim langsung bergerak. MDMC selalu siap menolong siapapun yang membutuhkan, tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.

Kehadiran para relawan disambut hangat warga. Mereka merasa terbantu karena pascabanjir banyak aktivitas terhenti, terutama ibadah dan kegiatan belajar-mengajar. Dukungan MDMC memberi harapan agar kehidupan masyarakat bisa segera normal kembali.

Apresiasi juga datang dari Sekretaris MDMC Wilayah Kalimantan Tengah, Evan Bastian. Ia menilai kerja cepat dan tanggap MDMC Murung Raya mencerminkan semangat kemanusiaan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah. “Kesiapan, kecepatan, dan profesionalisme yang ditunjukkan adalah cerminan semangat Al-Ma’un yang senantiasa dipegang teguh oleh Muhammadiyah. Semoga relawan diberikan kekuatan, ketabahan, serta selalu menjaga kesehatan dan keselamatan dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.

Melalui aksi ini, MDMC berharap aktivitas ibadah di masjid serta kegiatan pendidikan di sekolah dapat segera pulih. Lebih dari itu, kehadiran relawan juga menjadi penguat solidaritas dan bukti nyata bahwa kepedulian bersama mampu mempercepat pemulihan pascabencana.
Berdasarkan data dari BPBD Prov. Kalimantan Tengah,

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah, bencana ini telah berdampak pada 11 kecamatan dan 20 desa/kelurahan di tiga kabupaten.

Murung Raya tercatat sebagai wilayah terdampak paling parah dengan 75 kepala keluarga (196 jiwa), 42 rumah, tujuh sekolah, dua fasilitas kesehatan, satu rumah ibadah, serta tujuh ruas jalan terendam. Di Kabupaten Kapuas, sebanyak 16 rumah ikut terendam, sedangkan di Kabupaten Gunung Mas banjir melanda tiga kecamatan dengan kondisi air mulai berangsur surut. (mf)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version