Pengurus PDM Gunung Mas menyerahkan bantuan “Sayang Lansia” kepada para penerima manfaat. Jum’at, 27/2/2026 : PDM Gunung Mas
Gunung Mas – Menyambut datangnya Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunung Mas menggelar kegiatan sosial bertajuk Muhammadiyah Berbagi pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal gerakan sosial PDM Gunung Mas dalam menebar kebahagiaan secara langsung kepada masyarakat, khususnya para lanjut usia (lansia), melalui program “Bantuan Sayang Lansia”.
Program tersebut dilaksanakan di wilayah Kabupaten Gunung Mas sebagai bentuk nyata kepedulian sosial Muhammadiyah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Melalui semangat berbagi, PDM Gunung Mas berupaya menghadirkan kebahagiaan sederhana namun bermakna bagi para orang tua atau lansia yang perlu diperhatikan.
Ketua PDM Gunung Mas, Gusmuliadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial menyambut Ramadhan, melainkan bagian dari komitmen sosial Muhammadiyah yang telah lama menjadi ciri gerakannya. “Sayang Lansia adalah bagian dari kepedulian sosial Muhammadiyah yang memang biasa dilakukan dan hal ini juga merupakan pengamalan Surat Al-Ma’un,” ujarnya.
Menurut Gusmuliadi, nilai-nilai dalam Surat Al-Ma’un yang mengajarkan pentingnya memperhatikan kaum dhuafa dan mereka yang membutuhkan menjadi landasan utama gerakan sosial tersebut. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri dikenal sebagai gerakan Islam yang mengedepankan aksi nyata dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan Muhammadiyah Berbagi diawali dengan penyaluran bantuan kepada para lansia yang membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan secara langsung sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada orang tua yang telah berjasa dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga dirangkai dengan Kajian Umum rutin yang diikuti oleh masyarakat setempat, yang diisi oleh Ust. Muhammad Hadi Bashori, S.HI., M.Pd. Dalam kajian tersebut, jamaah diajak untuk memperkuat keimanan dan memaknai Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Kajian berlangsung khidmat dan menjadi ruang refleksi bersama tentang arti berbagi dan kebersamaan.
Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta kemudian berkumpul dalam suasana kebersamaan. Momen berbuka puasa bersama menjadi penutup yang menghangatkan kegiatan hari itu. Tawa, doa, dan rasa syukur menyatu dalam kebersamaan sederhana yang sarat makna.
Gusmuliadi berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada momentum Ramadan saja. Ia menegaskan bahwa gerakan sosial kemanusiaan akan terus dilanjutkan sebagai bentuk cinta Muhammadiyah kepada masyarakat. “Harapannya kegiatan seperti ini dan kegiatan serupa akan terus kami lanjutkan sebagai bentuk dari gerakan sosial kemanusiaan dan rasa cinta serta kasih sayang kami ke masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Muhammadiyah di tengah masyarakat harus dirasakan manfaatnya secara nyata, bukan hanya melalui dakwah lisan, tetapi juga dakwah sosial yang menyentuh langsung kebutuhan umat.
Melalui kegiatan perdana ini, PDM Gunung Mas ingin menegaskan komitmennya sebagai bagian dari gerakan Islam berkemajuan yang responsif terhadap persoalan sosial. Ramadhan dijadikan titik awal untuk memperluas jangkauan kepedulian, mempererat hubungan dengan masyarakat, serta menumbuhkan semangat gotong royong.
Dengan langkah sederhana namun penuh makna ini, PDM Gunung Mas berharap keberkahan Ramadhan 1447 H benar-benar dirasakan oleh semua kalangan, terutama mereka yang membutuhkan perhatian lebih. Gerakan berbagi ini pun menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati kerap lahir dari kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. (van)